Meriahnya Festival F8 Makassar 2017


Agustus 2017

Jam menunjukkan pukul 12 malam. Saya yang terbangun dari tidur lalu meraih hape yang tergeletak disamping bantal. Seperti biasa, hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek WA untuk melihat last seen suami. Kali aja masih online, minta ditemani ngobrol sembari nunggu kantuk. Tapi sayangnya last seen suami tertera 3 jam yang lalu, artinya beliau sudah tidur pulas saat ini. Saya lalu membuka beberapa sosmed; instastory adalah favorite sosmed yang akan menemani saya menunggu kantuk.

Kali ini saya penasaran dengan salah satu instastory yang direkam 15 menit lalu. Tampak suasana rapat beberapa orang disuatu tempat dan diberi hesteg #F8Makassar. Membaca hestag tersebut saya pun tersenyum lebar dan berniat dalam hati, "Tahun ini saya harus datang ke festival ini". 



Makassar International Eight Festival and Forum (F8) merupakan festival waterfront yang digelar di sepanjang Anjungan Pantai Losari dan telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Makassar. Makassar F8 adalah penggabungan 8 festival kolosal yaitu Film, Fashion, Food & Fruit, Folk, Fine Art, Flora & Fauna, Fusion Music, Fiction Writer & Font. Event ini digagas langsung oleh Walikota Makassar, Bapak Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto yang menginginkan Makassar dikenal sebagai kota yang berbudaya, serta Kota Dunia yang aman untuk semua. 

Festival F8 Makassar 2017 merupakan event  kedua yang dilaksanakan sejak kepemimpinan Bapak Danny Pomanto. Yang mana pada tahun 2016 telah dilaksanakan dengan dihadiri 22 negara, 47 kabupaten/kota se-Indonesia serta 300 ribu pengunjung selama 3 hari di Pantai Losari serta menghasilkan transaksi sebesar Rp 5 miliar dan menjaring 30 sponsor.


Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun 2017 Festival F8 Makassar diselenggarakan selama 5 hari, sejak 6 - 10 September 2017 dengan mengincar 1 juta pengunjung. Pada tanggal 9 Mei 2017 lalu, event ini secara resmi di-launching oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama dengan gubernur Sulawesi Selatan Bapak Syahrul Yasin Limpo dan walikota Makassar Bapak Danny Pomanto di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata

Selain itu kegiatan Festival F8 Makassar 2017 tidak hanya dipusatkan sepanjang 1.7 km Anjungan Pantai Losari, akan tetapi masif digelar di seluruh Kota Makassar dan dirangkaian secara paralel dengan sport event; Flying Kite, Flying Board, Jetski, Muay Thai, dan Indonesia Creative Cities Conference 2017 (ICCC 2017) serta Metro TV Fest 2017.

Pic from twitter
***
8 September 2017 

Tiga hari terakhir setiap kali saya membuka sosmed; twitter-instagram-facebook; saya selalu membaca update-an teman-teman yang menghadiri festival F8 Makassar. Kemeriahan F8 Makassar nampak dari hasil jepretan teman-teman yang muncul di beranda sosmed saya.  Begitu banyak spot foto yang instagramable untuk selfie, banyak booth-booth jajanan yang menggoda, serta berbagai macam kegiatan lain yang rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. 

Tanggal 6 September 2017, awal pembukaan Festival F8 Makassar dimulai pukul 16.30 Wita. Diawali dengan atraksi Indonesian Air Force Jupiter Aerobatic Team Pesawat Sukhoi, Paralayang  & Terjun Payung. Ada 7 unit pesawat Jupiters yang diterbangkan langsung dari Pangkalan TNI AU Adi Sucipto Jogjakarta untuk menghibur pengunjung Makassar F8 di atas langit Anjungan Pantai Losari.

Atraksi Indonesia Air Force Jupiter Aerobatic. Pic from twitter

Selain itu beragam hiburan telah disiapkan, mulai dari marching band, penampilan dari Persaudaraan Mandar, serta tarian dan nyanyian dari sekira 1.700 anak sekolah se-Kota Makassar.  Ada juga battle project, yang menampilkan Riczky de Keizer, Maizura, FDJ Monik, dan DJ Austin. Dilanjutkan dengan fashion show rancangan Chintami Atmanegara, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Selatan, dan Rika Mule. Serta perayaan berupa pesta kembang api, penampilan flyboard  dan penampilan penyanyi asal belanda Daniel Sahuleka sebagai tanda perhelatan Festival F8 2017 telah dimulai.

Pic from twitter
Suasana meriah sangat terasa, bahkan ketika saya membaca koran Harian Fajar tanggal 7 September 2017, terdapat sekitar 7 negara yang menjajaki MoU pada Festival ini, Taiwan, Afghanistan, Selandia Baru, Kuwait, Georgia, Thailand dan Perancis. Dampak positifnya beberapa negara tertarik untuk berinvestasi baik dari segi pariwisata hingga infrastruktur.

Tanda tangan MoU Makassar - Perancis terkait kerjasama dibidang safety city.
Pic from inikata[.]com
***

9 September 2017

Sore itu setibanya di terminal Malengkeri, saya meminta suami yang menjemput agar tidak langsung pulang ke rumah. Saya ingin ke Pantai Losari. Sejak sebulan lalu saya sudah bertekad untuk bisa hadir di akhir pekan festival ini. Itung-itung sudah lama kami tidak bermalam mingguan ke pantai.  Tujuan utama saya adalah ingin jajan, foto-foto, dan mengunjungi zona Flora & Fauna. 

Kami sengaja memarkir motor di Jl Rajawali, lalu berjalan kaki ke area festival agar memudahkan kami ketika ingin pulang. Masuk di area festival, kami sempat salah arah dan kebingungan mencari pintu masuk. Pintu masuk ini hanya ada dua, pintu masuk depan RS Siloam atau depan RS Stella Maris. Karena kami sudah terlanjur berjalan ke arah anjungan, kami pun memilih masuk lewat depan RS Stella Maris.
Suasana pintu masuk
Sepanjang pelataran Anjungan Pantai Losari  terlihat beberapa personil gabungan kemanaan yang stand by, baik dari kepolisian, satpol PP hingga panitia. Kabarnya terdapat 2.011 personil yang bekerja maksimal untuk mengamankan Makassar F8 2017. Di depan pintu masuk, terdapat petugas yang mengarahkan agar pengunjung tertib dan tidak berdesakan memasuki area festival. “Bapak, Ibu, adik, kakak, yang berpasangan silahkan pisah, wanita sebelah kiri, pria sebelah kanan. Jangan ki’ tertukar. Kalau sendirian, kalau jomblo ki’, semoga ketemu jodohnya di dalam”, sahut salah satu petugas yang menjaga. Pengunjung pun tertawa.


Karena posisi kami berada di tengah-tengah, kami pun memutuskan untuk melangkah ke arah utara. pertama yang kami temui adalah booth Food & Fruit yang jumlahnya sebanyak 133 booth. Untuk zona Food & Fruit sendiri dibagi menjadi beberapa spot yang berderet rapi, mulai dari booth jajanan pisang epe’, UMKM, hingga beberapa booth hotel ternama di Makassar.  Setelah itu kita akan menemui zona Fine Arts. Disini kita bisa temui para pelaku seni baik itu perwakilan UKM Seni beberapa Universitas di Makassar hingga komunitas seni rupa yang ada di Makassar. Bahkan hasil seni lukisan yang dipamerkan ini bisa dijadikan latar untuk berselfie ria. 




Geser sedikit, tepatnya di Anjungan Mandar merupakan zona Film, Fiction Writers & Font  yang memamerkan buku fiksi & font, pembacaan puisi , pameran poster film, hingga pemutaran beberapa film karya sineas Makassar bisa kita nikmati disini. Sayangnya kedatangan saya waktu itu belum dimulai untuk pemutaran film.Kami lanjut berjalan menuju zona selanjutnya, Flora & Fauna. Ada beberapa peraturan yang wajib kita ikuti jika ingin berkunjung di zona ini, salah satunya adalah peraturan wajib senyum & bahagia. Hahaha... Dalam area Flora terdapat sekitar 100 tanaman bonzai, terrarium dan berbagai macam tanaman yang disusun rapi membentuk angka 8. Sistem masuknya pun dibatasi hanya beberapa orang sehingga kita harus bergantian untuk masuk. 




Keluar dari area flora kita akan langsung menemui booth booth komunitas pecinta hewan. Kita tinggal milih ingin mengunjungi booth hewan apa saja. Mulai dari komunitas pencinta ular,reptile, Iguana,  ikan cupang, burung hantu, burung beo, burung cinta (lovebird), ayam kate’, anjing, kucing hingga sugar glider pun ada disini. Selain itu kita juga bisa memeriksakan kesehatan hewan kita secara gratis melalui program layanan kesehatan kendaraan operasional LAB mobile Animal Care dan Meat Care. Waktu itu saya sempat mengikuti kuis di panggung Flora & Fauna berhadiah piring makan kucing, sayangnya saya belum beruntung. Hahaha…




Setelah puas berfoto-foto di zona Flora & Fauna, saya masih penasaran dengan spot foto di zona Folks. Kami lalu melangkah ke arah selatan dan mendapati antrian foto yang begitu padat ditambah lagi dengan adanya performance dance dari India membuat area tersebut dipadati pengunjung yang membuat saya mengurungkan niat untuk menerobos antrian tersebut.

Suasana pintu masuk zona Folks 

Saya pun melangkah mendekati panggung utama yang merupakan zona Fashion & Fusion Music yang ternyata hanya tamu undangan VIP, peserta dan beberapa panitia yang dapat masuk mendekati area panggung. Namun untungnya area ini tidak lah tertutup sehingga pengunjung lain dapat melihat acara fashion show dari kejauhan. Nah disekitar panggung utama inilah booth Food & Fruits yang diisi oleh perwakilan chef-chef hotel ternama di Makassar dapat kita temui. Setelah icip-icip beberapa makanan, saya dan suami pun pulang.

Suasana panggung utama tampak dari kejauhan

***

Pic from twitter @ujungpandangmks
Perhelatan Festival F8 tahun ini terbilang sukses. Tak cukup lima hari, target 1 juta pengunjung hingga transaksi sebesar 6.1 Miliar melewati ekspektasi. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Triawan Munaf, "Festival F8 ini membawa manfaat bagi semua pelaku kreatif dan masyarakat Makassar. Saya yakin tahun depan angka kesejahteraan warga Makassar akan melambung lagi. Seharusnya ini bisa ditiru daerah lain, tapi dibutuhkan visi kepala daerahnya seperti Walikota Makassar".

Festival F8 Makassar sendiri masuk dalam nominasi Festival Pariwisata terpopuler API 2017. Suatu prestasi yang patut dibanggakan karena meski baru 2 kali digelar, sudah masuk kalender Event festival nasional Kementerian Pariwisata 2018. Padahal biasanya festival dapat menjadi acara tingkat nasional minimal harus digelar 3 kali.

Seumur-umur saya tinggal dan besar di Makassar, baru kali ini ada kegiatan pemerintahan yang acaranya meriah dan benar-benar komplit.  Mulai dari seni, budaya, kuliner, olahraga hingga aksi kemanusiaan mendapat tempat. Bahkan di akhir penutupan Pak Danny Pomanto melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya. Sejak kepemimpinan Pak Danny Pomanto, saya merasakan adanya perubahan Kota Makassar menjadi dua kali lebih baik, sesuai slogan kepemimpinan Pak Danny Pomanto,  2 x + √. Semoga prestasi ini membanggakan untuk kita semua.



4 komentar:

  1. Sebuah prestasi yang membanggakan dari pemerintah kota Makassar yang sudah berhasil membuat festival water front city terbesar!

    BalasHapus
  2. Yang F8 pertama saja sudah miliaran pengunjung ya, yang sekarang lebih banyak lagi. MEmang banyak sekali yang bisa dilihat di sana. Menarik2 pula. Sayanggnya saya ndak bisa melihat semua

    BalasHapus
  3. tahun ini lebihhhhhh dan lebihhhhhhhh meriahnya yaaa saya aja nge wow sama jumlah pengunjung dan zonanya, jaraknya antar satu zona dnegan yg lain juga wow haahha tahun depan pake sendal jepit aja

    BalasHapus
  4. Berharap Makassar F8 tahun depan lebih banyak lagi perwakilan dati kabupaten kota se Indonesia yang bisa hadir. Karena dengan event ini bisa membantu pihak patiwisata dalam meng-Explore Makassar.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.